10 Bahaya Dan Resiko Root Android, Yang Orang Wajib Tahu! - INDOBLOG BLITAR
Breaking News
Join This Site
10 Bahaya Dan Resiko Root Android, Yang Orang Wajib Tahu!

10 Bahaya Dan Resiko Root Android, Yang Orang Wajib Tahu!

Root HP Android

10 Bahaya Dan Resiko Root Android, Yang Orang Wajib Tahu | INDOBLOG BLITAR - Sejak pertama kali dikembangkannya Android memang dikenal sebagai sistem operasi Open Source. Karena itulah Android mudah dikembangkan dan dikustomisasi oleh penggunanya. Salah satu kemudahan kustomisasi Android bagi pengguna adalah kemampuan rooting yang akan memberikan akses istimewa bagi pengguna.

Dengan melakukan rooting Android, kamu jadi bisa mendapatkan banyak keuntungan root . Tapi, tahukah kamu bahwa sekarang ini kamu tidak harus melakukan root Android?
Alasan Kenapa Tidak Harus Melakukan Root Android
Rooting Android bermanfaat bagi kamu yang memiliki Android dengan fitur terbatas, karena dengan Android yang sudah di-rootkamu jadi bisa menambahkan banyak fitur lain. Tapi, proses rooting sendiri menghilangkan garansi smartphone kamu loh! Selain itu, masih ada banyak alasan kenapa kamu gak harus melakukan rooting smartphone Android kamu.
Ini dia 10 alasannya kenapa root android itu sangat berbahaya...!!!
1. Garansi Hilang

Seperti yang Jaka sebutkan di atas, dengan melakukan rooting Android, maka garansi smartphone kamu akan hilang. Rugi kan kalo kamu harus kehilangan garansi? Padahal dengan garansi yang ada kamu bisa tenang jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada smartphone kamu. Semisal layar pecah, layar tidak responsif, atau masalah lainnya terjadi pada smartphone kamu, maka kamu tidak bisa melakukan klaim garansi jika sudah di-root.
Beberapa vendor ada yang memperbolehkan smartphone buatannya di-root, seperti Axioo. Sebenarnya meski sudah di-root, Android kamu bisa kembali di-unroot, tapi sekarang vendor sudah memiliki cara khusus untuk mengetahui apakah Android kamu sudah pernah di-root atau belum.

2. Masalah Update Sistem Operasi

Setelah Android di-root, kamu bisa mulai melakukan berbagai hal istimewa, seperti menghapus bloatware atau aplikasi bawaan. Tapi hal ini akan mengakibatkan kamu sulit melakukan update OS secara OTA (Over The Air). Meski mendapatkan notifikasi update, saat dilakukan proses update pasti akan ditolak oleh sistem karena kamu telah menghapus sistem bawaannya.

3. Celah Keamanan Semakin Besar

Salah satu kelemahan Android yang membuat orang lebih memilih iPhone adalah karena Android dianggap rentan terhadap bahaya virus atau hacker. Nah, dengan melakukan rooting Android, smartphone kamu menjadi semakin rawan ancaman bahaya. Soalnya proses rooting _berarti memperbolehkan smartphone kamu untuk disisipi sistem dari luar. Jika kamu saja bisa, maka _hacker pasti jauh lebih bisa kan? Itu dia salah satu alasan mengapa bahaya root android dilakukan.

4. ROM Bawaan pun Sudah Semakin Stabil

Karena ROM bawaan dirasa kurang stabil dan kurang lengkap, banyak pengguna Android melakukan rooting dengan alasan agar bisa memasang custom ROM di smartphone-nya. Dulu sih saat zamannya Android Kitkat iyalah diakui, tapi sekarang setelah ada Android Lollipop, rasanya hal itu tidak diperlukan lagi.
Tidak sedikit pula yang melakukan rooting Android karena ingin menghemat RAM atau menghemat baterai. Menyadari hal itu, Google sudah menghadirkan fitur RAM Management dan Doze di Android Marshmallow. Bahkan yang rela pasang custom ROM Samsung demi merasakan fitur Dual Windows pun sudah tidak perlu lagi melakukannya, karena Android N sudah dibekali fitur Split Windows Mode bawaan.

5. Memori Smartphone Sudah Semakin Besar

Dengan melakukan rooting, pengguna bisa dengan leluasa membuat partisi memori untuk memperluas memori internal smartphonenya. Bahkan dengan membuat swap memori, pengguna yang memiliki RAM terbatas bisa membuat partisi untuk RAM virtual. Nah, di era smartphone dengan RAM besar dan memori internal yang lega sekarang ini, yakin masih perlu rootingAndroid?
Sekarang smartphone murah dengan RAM 2GB sudah mudah ditemui, RAM 4GB sudah menjadi standar baru, dan smartphone dengan RAM 6GB pun sudah mulai dihadirkan. Memori internal 32GB pun seolah sudah menjadi standar smartphone baru.

6. Rooting Berbahaya Bagi Pemula

Di balik keistimewaan yang ditawarkan proses rooting Android, ada bahaya yang mengancam jika kamu gagal melakukan prosesnya. Bagi kamu yang pemula, sebaiknya jangan root Android kamu jika tidak ingin kena akibatnya. Entah itu tejadi stuck booting, atau bahkan brick, semua bisa terjadi jika kamu root Android. Bahayanya lagi, saat terjadi hal itu dan garansi kamu tidak berlaku, kamu bisa apa?
Jika kamu keukeuh ingin dapat hak istimewa dari proses rooting tapi gak mau root Android kamu, coba baca artikel Cara Dapat Akses Root Tanpa Perlu Root Android Kamu.

7. Trade-In 

Ingat program trade-in atau tukar tambah Samsung galaxy Note 5 dengan smartphone samsung keluaran lama? Bukan tidak mungkin ini akan menjadi program rutin Samsung dan vendor lain. Nah, jika smartphone kamu dalam keadaan telah di-root, besar kemungkinan Android kamu tidak bisa diikutkan proses trade-in.

8. Keamanan Perangkat Menurun

Pada saat melakukan proses rooting, celah keamanan menjadi terbuka sangat lebar dan sangat berbahaya bagi perangkat. Dengan membuka seluruh akses melalui proses ini, semua aktivitas yang membutuhkan izin akan dibebaskan termasuk saat virus atau sistem luar mulai mengakses perangkat. Dengan begini, Virus atau hacker dapat mengeksploitasi data maupun informasi dengan sangat mudah.

9. Dukungan Pembaruan Sistem Bermasalah

Yang pernah saya alami, perangkat ponsel Android yang telah diroot biasanya tidak dapat meningkatkan sistem meskipun pembaruan telah tersedia melalui update OTA (Over The Air). Hal ini akan cukup merugikan, karena pada setiap pembaruan sistem operasi, produsen biasanya memberikan beberapa fitur baru atau perbaikan pada masalah yang muncul dari sistem sebelumnya.

Meskipun perangkat akan memdapatkan notifikasi tentang adanya pembaruan dari sistem, pengguna tidak akan dapat melakukan update secara langsung. Meskipun pada awalnya proses update berjalan, proses pembaruan software tersebut akan terhenti karena ditolak oleh sistem.

10.Bahaya Bricked

Nah, ini adalah bahaya yang cukup sering terjadi saat pengguna melakukan proses rooting. Saat melakukan proses rooting, pengguna harus menggunakan langkah yang tepat dan sesuai dengan tahapan yang dibutuhkan. Jika tidak, maka bisa jadi perangkat yang Anda miliki akan rusak,seperti tidak dapat menyala maupun berhenti di boot logo.

Kerusakan ini biasa disebut dengan brick, karena seolah-olah perangkat berubah menjadi batu bata karena diakibatkan kesalahan sistem. Terdapat dua istilah brick yang cukup umum terdengar di kalangan pengoprek Android, Softbrick dan Hardbrick.

Softbrick merupakan kerusakan ringan dan biasanya masih dapat diatasi, seperti perangkat dapat hidup namun berhenti di logo. Sedangkan Hardbrick merupakan kerusakan yang lebih parah yang biasanya mengakibatkan sistem tidak dapat menyala, tombol-tombol tidak merespon, dan juga bahkan Android tidak dapat di-charhe.





Terimakasih Sudah Berkunjung Ke INDOBLOG BLITAR ..
Apabila ada link yang rusak tolong kasih tau saya agar secepatnya saya betulkan ... TERIMAKASIH ..






Emoticon