Rabu, 08 Januari 2014

BUDIDAYA IKAN KOMET

BUDIDAYA IKAN KOMET

http://dedy-restu.blogspot.com/2014/01/budidaya-ikan-komet.html
Mengenal Ikan Komet - Memiliki kebiasaan dipanggil ikan komet memiliki ciri fisik yang sangat khas dari ikan lain, mempunyai wujud yang sedikit agak memanjang dan memipih tegak ( compresed ) lantas pembeda dari ikan yang lain. selain itu, letak mulutnya lantas ada di ujung tengah dan dapat disembulkan. segi ujung mulut memiliki dua pakai sungut. di ujung di dalam mulut ada gigi kerongkongan yang tersusun atas tiga baris dan gigi geraham dengan umum.
Hampir seluruh tubuh ikan komet ditutupi oleh sisik bila beberapa varietas yang memiliki beberapa sisik. sisik ikan komet terhitung sisik sikloid dan kecil. sirip punggung memanjang dan dibagian belakangnya berjari keras. letak sirip punggung bersebrangan dengan sirip perut. garis rusuk atau line literalis pada ikan mas komet tergolong lengkap ada di pertengahan tubuh dan melentang dari tutup insang sampai ke ujung belakang pangkal ekor.
Ikan berpostur ramping ini pertama kali dibudidayakan oleh masyarakat cina pada th. 1729. permulaannya bentuk ikan komet ini layaknya ikan maskoki. karena ke-2 jenis ikan mas ini terus satu kerabat, yakni dari keluarga cyprinidae. pada zaman dinasti ming ( th. 1368-1644 ) popularitas ikan komet makin menanjak. saat ini inilah bermunculan bermacam type ikan mas koki dengan tubuh yang unik dan bermacam. setelah itu, penyebaran ikan komet berkembang sampai ke negeri sakura.

1. Persiapan wadah pemijahan
Untuk kegiatan pembenihan ikan komet, wadah yang digunakan yakni akuarium berukuran 60x40x40 cm dengan bentuk persegiu panjang. akuarium yang digunakan pada awalnya dibersihkan pakai sabun lalu dibilas dengan air tawar dan sesudah itu dijemur untuk singkirkan jamur-jamur dan bakteri yang terus menempel.
Layaknya kita ketahui bahwa air yaitu media yang sangat mutlak untuk budidaya ikan. sebab itu perlu disediakan air yang sangat bersih dan steril. air yang digunakan untuk pemijahan ini yakni air yang bberasal dari air sumur yang sudah diendapkan selama 24 jam, karena kemungkinan airnya mempunyai kandungan zat-zat yang beracun yang bisa mengakibatkan dan menggangu budidaya ikan. sebab itu perlu diendapkan. air yang diendapkan diaerasi kuat supaya kandungan oksigen yang ada di dal ;mnya lantas makin. air terserbut dimasukana kedalam akuarium dengan ketinggian 30 cm, lalu aerasi.
Ikan komet terhitung kedalam grup ikan hias air tawar yang tidak memelihara telurnya. lalu telur yang dikeluarkan oleh induk diletakkan pada substrat. sampai di dalam kegaitan pemijahannya perlu disediakan substrat sebagai area menempelnya telur. ada banyak jenis tanaman air yang dapat dipakai sebagai substrat. tanaman air tesebut dibagi kedalam dua grup yaitu tanaman tumbuh mengapung dan tanaman tumbuh didasar. di dalam kegiatan praktik digunakan diantara tanaman air dari dua grup tersebut. tanaman air yang digunakan yaitu tanaman yang tumbuhnya mengapung layaknya enceng gondok ( eichornia crassipes ).
Sebelum akan enceng gondok digunakan terutama dulu disucihamakan. enceng gondok yang bisa digunakan pada awalnya sudah direndam di dalam larutan methylin blue dengan dosis 100 ppm selama 5 – 10 menit. dikarenakan enceng gondok terbebas dari bakteri maupun pathogen. setelah itu, barulah enceng gondok dimasukkan kedalam akuarium.
2. Memastikan induk

Seleksi induk atau memastikan induk yaitu langkah awal yang butuh ditangani pada kegiatan pembenihan untuk ikan komet sendiri sangat mudah ditangani seleksi pada induk yang masak gonad. seleksi induk ikan komet dapat ditangani dengan tengok ciri – ciri sebagai berikut :
Induk jantan
  • Pada sirip dada ada bintik-bintik bulat menonjol dan apabila diraba jadi kasar.
  • Induk yang telah masak apabila diurut pelan kerarah lubang genital bisa keluar cairan berwarna putih
Induk betina
  • Pada sirip dada ada bintik-bintik dan jadi halus apabila diraba.
  • Apabila diurut, keluar cairan kuning bening. pada induk yang telah masak, perut jadi lembek dan lubang genital kemerahan merahan.
Selain itu, induk ikan komet yang siap untuk kerjakan pemijahan dapat ditandai sebab itu ada tingkah laku dari ke-2 induk tersebut. tingkah laku yang diperlihatkan yakni saling kejar – kejaran. dimana, induk jantan terus mengejar atau mendekati induk betina, sebab itu ada tingkah laku layaknya ini maka dapat dimisalkan bahwa induk ikan komet tersebut siap untuk dipijahkan. perbandingan induk yang digunakan di dalam kegiatan praktikum pemijahan ikan komet yakni 1 : 2 ( jantan : betina ). induk yang sudah diseleksi sesudah itu dimasukkan kedalam wadah pemijahan.
3. Pemijahan

Induk yang digunakan di dalam kegiatan ini dengan perbandingan 1 :2 nduk yang digunakan di dalam praktikum yaitu dengan perbandingan 1 : 2 ( ♀ ; ; : ♂ ; ; ). induk jantan satu yang dimaksud ikan koi dengan berat tubuh 93, 28 gr dan induk betina sebanyak dua ekor yang dimaksud ikan komet, induk betina pertama mempunyai berat tubuh 72, 96 gr dan induk betina yang ke-2 mempunyai berat 42, 97 gr. induk ini kemudin dimasukkan di dalam akuarium yang sudah diisi air dan dilengkapi dengan enceng gondok sebagai substrat. pemijahan ikan komet jalan waktu malam hingga waktu awal hari. induk dimasukkan pada sore hari, biasanya besok sudah menempel pada enceng gondok.
4. Penetasan telur

Penetasan telur ditangani pada akurium pemijahan segera. karena ikan komet terhitung kedalam grup ikan hias air tawar yang tidak memelihara telurnya maka, setelah sistem pemijahan selesai dan telur sudah melekat pada substrat induk ikan komet diangkat atau dikeluarkan dari di dalam akuarium. tentang ini ditangani agar induk ikan komet tidak konsumsi telur yang telah dikeluarkan tersebut.
setelah 2 – 3 hari telur bisa menetas, setelah menetas lalu enceng gondok diangkat dari di dalam akuarium. selain itu, perlu ditangani perhitungan bisa larva yang dihasilkan. menurut hasil perhitungan yang ditangani diperoleh larva sebanyak 5999 ekor. larva yang baru menetas belum diberi makan hingga berumur 2 – 3 hari karena terus mempunyai persediaan makanan pada yolk sac-nya ( kuning telur ).
5. Pemeliharaan larva

Larva umur 7 hari hanya sebesar jarum, kondisinya terus lemah, tetapi sudah mulai studi mendapatkan pakan dari luar tubuhnya. sebab itu, perlu disediakan pakan yang memenuhi syarat untuk kurangi risiko kematian benih.
Bak pendederan harus bersih dan sudah dikeringkan dibawah sinar matahari selama 1-2 hari untuk membunuh bibit parasit. sesudah itu tebarkan pupuk kandang berupa kotoran ayam 500 g/m². sesaat air dialirkan, pupuk diaduk-aduk hingga betul-betul larut dan pertahankan ketinggian air di dalam bak sampai 30 cm. dua hari setelah pemupukan, bibit kutu air ditanam dan ditinggalkan selama 5 hari agar tumbuh dan berkembang biak. setelah itu, larva komet dari bak penetasan siap dilepaskan ke di dalam bak pemeliharaan.
Pemberian pakan tambahan diperlukan setelah 15 hari pemeliharaan. memasuki pemeliharaan 15 hari ke-2 harus ada aliran air masuk, terutama setelah pakan tambahan mulai diberikan. genap diusia 1 bln., anak komet mulai tampak bentuk aslinya. badannya bulat, ekor dan kadang-kadang warna dari sebagian anak komet sudah keluar. seleksi awal ditujukan untuk memastikan ikan yang mempunyai ekor persis sama layaknya ekor indukya, lalu bentuk badan dan ukurannya. bisa berjalan, dari hasil seleksi ini diperoleh beberapa grup anak komet tidak sama ukuran serta kualitasnya, terhitung grup anak komet yang butuh disingkirkan.




BACA JUGA
Read More ->>

Rabu, 04 Desember 2013

PEMIJAHAN IKAN MAS MENURUT DAERAHNYA


http://dedy-restu.blogspot.com/2013/12/pemijahan-ikan-mas-menurut-daerahnya.html

Cara sunda:
  • Luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari.
  • disediakan injuk utk menepelkan telur; stlh proses pemijahan selesai, ijuk dipindah ke kolam penetasan.

Cara cimindi:
  • luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • disediakan injuk utk menepelkan telur, ijuk dijepit bambu & diletakkan dipojok kolam & dibatasi pematang antara dari tanah;
  • stlh proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • tujuh hari stlh pemijahan ijuk ini dibuka kemudian sekitar 2-3 minggu stlh itu dapat dipanen benih-benih ikan.
Cara rancapaku:
  • luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan, batas pematang antara terbuat dari batu;
  • disediakan rumput kering utk menepelkan telur, rumput disebar merata di seluruh permukaan air kolam & dibatasi pematang antara dari tanah;
  • stlh proses pemijahan selesai induk tetap di kolam pemijahan.;
  • stlh benih ikan kuat maka akan berpindah tempat melalui sela bebatuan, stlh 3 minggu maka benih dapat dipanen.

Cara sumatera:
  • luas kolam pemijahan 5 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • disediakan injuk utk menepelkan telur, ijuk ditebar di permukaan air;
  • stlh proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • stlh benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.

Cara dubish:
  • luas kolam pemijahan 25-50 meter persegi, dibuat parit keliling dengan lebar 60 cm dlm 35 cm, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • sebagai media penempel telur digunakan tanaman hidup seperti Cynodon dactylon setinggi 40 cm;
  • stlh proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
  • stlh benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.

Cara hofer:
  • sama seperti cara dubish hanya tidak ada parit & tanaman Cynodon dactylon dipasang di depan pintu pemasukan air.

2. Sistim kawin suntik. Pada sisitim ini induk baik jantan maupun betina yg matang bertelur dirangsang utk memijah stlh penyuntikan ekstrak kelenjar hyphofise ke dlm tubuh ikan. Kelenjar hyphofise diperoleh dari kepala ikan donor (berada dilekukan tulang tengkorak di bawah otak besar). Stlh suntikan dilakukan dua kali, dlm tempo 6 jam induk akan terangsang melakukan pemijahan. Sistim ini memerlukan biaya yg tinggi, sarana yg lengkap & perawatan yg intensif.
Hal yg perlu diperhatikan dlm melakukan pemijahan ikan mas:
  • Dasar kolam tidak berlumpur, tidak bercadas.
  • Air tidak terlalu keruh; kadar oksigen dlm air cukup; debit air cukup; & suhu berkisar 25 derajat C.
  • Diperlukan bahan penempel telur seperti ijuk atau tanaman air.
  • Jumlah induk yg disebar tergantung dari luas kolam, sebagai patokan seekor induk berat 1 kg memerlukan kolam seluas 5 meter persegi.
  • Pemberian makanan dengan kandungan protein 25%. Utk pellet diberikan secara teratur 2 kali sehari (pagi & sore hari) dengan takaran 2-4% dari jumlah berat induk ikan.


BACA JUGA

Read More ->>

PEMIJAHAN IKAN ARWANA


PEMIJAHAN IKAN ARWANA


Arwana merupakan ikan hias yang akan tampak lebih indah jika dipelihara dalam akuarium. Ketika dipelihara dalm akuarium, kilauan sisik-sisik samping arwana akan lebih terlihat jika dibandingkan dengan arwana yang dipelihara dalam kolam. Walaupun demikian, proses penangkaran atau pemijahan arwana harus dilakukan dalam kolam,agar diperoleh suasana yang mirip dengan habitat aslinya.
Induk arwana yang dipilih yang akan dipijah dipelihara dalam kolam tanah yang harus memenuhi syarat-syarat berikut :
1. Jenis Tanah
Jenis tanah yang baik digunakan sebagai kolam pemijahan arwana adalah tanah berlempung yang dapat menahan air dan mendukung pertumbuhan pakan alami
2. Topografi
Permedaan kemiringan antara saluran air masuk dan keluar dari kolam tidak lebih dari 1o
3. Air
Suplai air dalam kolam pemijahan ahrus memenuhi kriteria berikut.
  • Suhu air antara 25-30oC
  • pH. air antara 6,0-7,0
  • Kandungan oksigen (O2) terlarut lebih dari 5 ppm.
  • Kandungan CO2 dalam air kurang dari 25 ppm.
Hujan deras dapat mengakibatkan perubahan kualitas air. setelah hujan berhenti, 30% air kolam diganti dengan air baru.

Kolam ideal untuk pemeliharaan induk arwana berbentuk persegi panjang dengan ukuran minimal 10 x 10 m2. Persiapan kolam sebelum pemelihaaan adalah sebagai berikut :

1. Pengeringan kolam hingga dasarnya retak-retak.
2. Pembalikan dasar kolam dan perbaikan pematang kolam
3. Pengapuran kolam dengan dosis 100 gram per m2.
4. Pengisian air setinggi 100 cm.

Induk Arwana yang akan dipijah dipelihara dalam kolam hingga mencapai matan gonad (siap kawin). Induk arwana mengalami matang gonad ketika berusia 4 tahun dengan panjang tubuh 45-60 cm. Pemijahan dapat terjadi sepanjang tahun dan mencapai puncaknya pada bulan Juli hingga Desember.
Induk betina mempunyai ovarium tunggal yang mengandung 20-30 telurdengan diameter 1,9 cm. Induk jantan mempunyai sebuah organ vital yang mempunyai testis.

Membedakan jenis kelamin arwana akan lebih mudah dilakukan setelah arwana berusia 3-4 tahun. Arwana antan mempunyai bentuk tubuh yang lebih langsing dan sempit dengan mulut lebih besar dan warna lebih menyolok daripada arwana betina. Selain itu, ukuran kepala arwana jantan relatif lebih besar dan sifatnya lebih agresif.

Selama masa pengenalan, induk-induk arwana memiliki tingkah laku yang unik. Pada waktu malam hari, arwana jantan akan mengejar betina sekeliling kolam. Jika induk arwana tersebut berjodoh maka kedua induk arwana akan berenang berduaan dan memisahkan diri dari kelompok sampai saatnya pemijahan.

Ketika masa pemijahan berlangsung , terjadi pelepasan sejumlah telur berwaran jingga kemerahan. Arwana jantan akan membuahi telur-telur tersebut, kmudian mengumpulkan telur yang telah dibuahi dalam mulutnya. Telur-telur tersebut akan diinkubasi sampailarva dapat berenang dan bertahan sendiri.

Telur-telur tersebut akan menetas sekitar 1 minggu setelah pembuahan. Setelah penetasan, larva muda hidup dalam mulut pejantan hingga 7-8 minggu. Larva akan lepas mult pejantan dan hidup mandiri setelah ukurannya mencapai 45-50 mm.

Inkubasi telur secara normal membutuhkan waktu 8 minggu. untuk memperpendek waktu, telur yang telah dibuahi dapat dikeluarkan dari mulut pejantan 1 bulan setelah pemijahan. Caranya, induk pejantan ditangkap dengan hati-hatimenggunakan jaring halus, kemudian diselimutidengan handuk katun basah untuk menghindari ikan memberontak dan terluka.

Untuk melepaskan larva dari mulut pejantan, bagian bawah mulut ditarik secara perlahan dan tubuh pejantan ditekan ringan. Setelah itu, larva dikumpulkan dalam wadah plastik dan diinkubasi dalam akuarium. Jumlah larva mencapai 25-30 ekor.

Akuarium yang digunakan selama masa inkubasi larva sebaiknya berukuran 45 cm x 45 cm x 90 cm. Suhu air dalam akuarium berkisar 27-29oC dan kandungan oksigen terlarut dalam air tidk kurang dari 5 ppm. Untuk mencegah terjadinya infeksi, dalam air akuarium dilarutkan 2 ppm acriflavine. Teknik pembenihan ini disebut teknik pembenihan in vitro.

Selama masa inkubasi, larva tidak perlu diberi pakan karena larva masih menyrap kuning telur sebagai makanannya. Selama kuning telur belum habis, larva akan berada pada dasar akuarium dan mulai berenang naik ketika ukuran kuning telur mengecil. Setelah 8 minggu, kuning telur habis terserap dan larva harus diberi pakan hidup pertama. Pakan hidup pertama larva dapat berupa cacing darah atau anak ikan yang ukurannya sesuai dengan mulut larva. Setelah larva mencapai ukuran 10-12 cm, larva dapat diberi pakan udang air tawar atau runcah.
 


BACA JUGA
Read More ->>

CARA BUDIDAYA IKAN CUPANG HIAS

Cara Budidaya Ikan Cupang Hias


Bicara tentang ikan cupang, membuat saya ingat akan masa kecil saat suka memelihara ikan cupang tarung atau adu. Tapi disini bukanlah mengadu ikan cupang, disini kita akan bicara tentang ternak ikan cupang hias, ya Salah satu ikan hias air tawar. Artikel ini adalah kelanjutan dari post sebelumnya yaitu cara budidaya ikan lele.

karena ikan cupang tidak memerlukan pakan khusus. Makanan cupang untuk benih biasanya digunakan pakan alami berupa daphnia sp atau kutu air yang bisa didapatkan di selokan yang airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari jentik-jentik nyamuk (cuk) atau di tempat saya disebut "uget - uget". Untuk pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan untuk lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan dapat diselingi dengan cacing rambut.



Pada umumnya Tempat pemeliharaan ikan ini adalah akuarium yang ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau bak semen atau bisa juga akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedangkan untuk tempat perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : akuarium kecil, baskom atau tempat lain yang dapat dipakai untuk memisahkan ikan agar dengan pasangannya

Berikut ini cara untuk tips memilih bibit cupang jantan dengan betina yang baik, berikut ini ciri - cirinya :

Cupang jantan
  • Gerakannya amat agresif juga lincah
  • Fisik tubuh juga siripnya cukup panjang dan berwarna indah
  • Usia sekurang-kurangnya ± 4 bulan
  • Tidak terjangkit penyakit serta juga tidak cacat
Cupang betina
  • Situasi sehat serta tidak cacat
  • Sirip agak pendek serta juga warnanya kusamGerakannya sedikit agak lambat
  • Wujud badan agak membulat yang mengisyaratkan siap dikawinkan
  • Usia sama juga dengan cupang jantan sekurang-kurangnya ± 4 bulan
Setelah induk cupang diseleksi dan mendapatkan hasilnya, sekarang saatnya menuju cara mengawinkan cupang :
  1. Siapkan kolam untuk perkawinan atau pemijahan bisa berupa aquarium kecil atau tempat lain yang penting bersih.
  2. Isi dengan air berketinggian kurang lebih antara 15 hinggga 30 cm. atau bisa disesuaikan dengan wadahnya.
  3. Masukkan induk cupang jantan yang yang sudah diseleksi sebelumnya selama 1 hari.
  4. Tutup aquariumnya agar tertutup (tidak harus sampai gelap gulita).
  5. Sesudah 1 hari kita masukan induk cupang betina yang sudah cukup masak telurnya pada sore hari ke didalam kolam pemijahan.
  6. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.
  7. Biasanya esok harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.
  8. Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.
Untuk pembesaran anak dan masa panen, tidaklah sulit. Setelah anak cupang sudah bisa berenang sendiri, pisahkan anak cupang dengan induknya dan ikan cupang dewasa yang lain selama 1 bulan. Setelah berumur lebih dari1 bulan maka ikan cupang siap untuk diseleksi untuk bibit terbaiknya. Ternyata budidaya ikan cupang cukup mudah ya.



BACA JUGA
Read More ->>

Senin, 25 November 2013

PEMIJAHAN IKAN MASKOKI DI AQUARIUM

Tata Cara Memijahkan Ikan Maskoki Dalam Akuarium


Ikan maskoki dalam akuarium bisa dipijahkan dengan memakai akuarium sebagai tempat pemijahan berikut ini postingan dari admin tentang tata cara memijahkan ikan maskoki dalam akuarium. Buat melakukan hal ini, akuarium yang dipakai sebaiknya berukuran 90 x 45 x 45 atau 80 x 40 x 40 cm. Hal tersebut disebabkan akuarium berukuran seperti itu bisa dipakai buat memijahkan lebih dari 1 pasang ikan maskoki, sehingga proses pemijahan bisa berjalan secara optimal.


A. PEMILIHAN INDUKAN.
Induk yang akan dipijahkan wajib memenuhi kriteria dibawah ini :

http://dedy-restu.blogspot.com/2013/11/pemijahan-ikan-maskoki-di-aquarium.html* Induk Jantan
- Mempunyai bintik putih disirip dadanya.
- Berusia 6 – 7 bulan.
- Berbadan sehat.
- Pergerakannya normal ( lincah ).

*Induk Betina
-Sirip dadanya halus.
-Montok.
-Berusia 7 bulan.
-Badan sehat.
-Matang gonad.

Buat memperbesar kemungkinan keberhasilan dari proses pemijahan ini, perbandingan jumlah antara induk jantan dengan induk betina yang dipijahkan adalah 2 : 1. Selain itu, kedua indukan juga harus berasal dari strain yang sama. Dalam 1 bulan, indukan dapat dipijahkan sebanyak 1 kali.

B. PEMIJAHAN.
Langkah – langkah yang harus dilakukan sebelum memulai proses pemijahan adalah :
Menyucihamakan akuarium dengan menggunakan PK.
Akuarium diisi air setinggi 20 cm.
Penataan enceng gondok yang akan digunakan sebagi sarana untuk melekakan telur.
Suhu air harus diusahakan berada dikisaran 27 – 300 C.
pH air harus selalu diusahakan netral.
Pemijahan ikan maskoki akan terjadi pada malam hari ditandai dengan keluarnya sel telur yang akan langsung dibuahi oleh sel sperma.

Sesudah proses pembuahan terjadi, induk ikan maskoki harus segera dipindahkan agar telur – telur tersebut tidak dimangsa oleh mereka. Telur dapat ditetaskan didalam akuarium yang sudah dilengkapi dengan aerator sebagai pemasok oksigen.

Telur akan menetas 2 hari kemudian, dimana pemberian pakan terhadap mereka baru dilaksanakan sesudah larva berusia 1 minggu. Pada usia ini, pakan yang bisa Anda berikan ialah kutu air. Sesudah menginjak usia 2 minggu, Anda bisa menganti pakan dengan cacing sutera.



BACA JUGA
Read More ->>

Minggu, 24 November 2013

PEMIJAHAN IKAN NILA

1. Pemilihan Induk (bibit) dan penyimpanan
1.1. Pemilihan induk (bibit) dan penyimpanan
Untuk memilih induk yang baik diperlukan pengalaman. Namum demikian sebagai pedoman praktis ciri ciri induk ikan nila merah yang baik antara lain :
- Umur antara 4 – 5 bulan dan bobot 100-150 g. Induk yang paling produktif bobotnya antara 500 – 600 g.
- Tanda nila jantan, warna badan lebih gelap dari betina, bila waktunya mijah, bagian tepi sirip berwarna merah cerah, sifatnya galak terutama terhadap jantan lainnya. Alat kelamin berupa tonjolan (papila) di belakang lubang anus. Pada tonjolan itu terdapat satu lubang untuk mengeluarkan sperma. Tulang rahang melebar ke belakang yang memberi kesan kokoh. Bila tiba waktunya memijah, sperma yang berwarna putih dapat dikeluarkan dengan pengurutan perut ikan ke arah belakang. Sisik nila jantan lebih besar dari pada nila betina. Sisik di bawah dagu dan perut berwarna gelap. Sirip punggung dan ekor bergaris yang terputus putus.
- Tanda nila betina, alat kelaminnya berupa tonjolan di belakang anus. Namun pada tonjolan itu ada 2 lubang. Lubang yang depan untuk mengeluarkan telur, sedang lubang belakang untuk mengeluarkan air seni. Warna tubuh lebih cerah dibanding dengan jantan dan gerakannya lamban. Bila telah mengandung telur yang matang (saat hampir mijah), perutnnya tampak membesar. Namun bila perutnya di urut tidak ada cairan atau telur yang keluar. Sisik di bawah dagu dan perut berwarna putih/cerah. Sirip punggung dan ekor bergaris garis tidak terputus putus.

1.2. Penyimpanan induk.
- Kolam penyimpanan induk dibuat minimum ukuran 2 x 1 m, kedalaman 0,75 m untuk 2 ekor indukan, aliran air minimal 1 L/menit/m2
- Pakan diberikan 3 % x bobot total induk 3 kali sehari
- Induk jantan dan betina disimpan secara terpisah.
- Padat penebaran induk 1 ekor/m2.

2. Pematangan gonad dan telur induk.
- Pematangan gonad dan telur induk merupakan tahap pertama dalam pemijahan benih. Dalam bak penyimpanan aliran air paling sedikit 0,8 L/menit.
- Induk diberi pakan (pelet), 3 % x bobot total induk dan diberikan sebanyak 3 kali sehari, yang mengandung protein sebanyak 30-40 % dengan kandungan lemak tidak lebih dari 3 %.Perlu pula ditambahkan vitamin E dan C yang berasal dari taoge dan daun daunan/sayuran yang di iris. Komposisi pakan dapat dilihat pada Tabel
- Kurang lebih 2 minggu kemudian, induk sudah mengalami matang gonad dan telur. Pada saat itu induk sudah dapat dipijahkan. Bobot induk antara 500 – 600 g/ ekor.

3. Pemijahan dan penetasan telur.
- Untuk kolam yang luasnya 100 m2 dapat ditebari induk nila sebanyak 90 ekor yang terdiri dari 30 ekor jantan dan 60 ekor betina.
- Bila telah mendapatkan pasangan, ikan jantan membuat cekungan di dasar kolam sebagai tempat pemijahan. Cekungan berbentuk bulat cekung dengan garis tengah kira 30-50 cm atau tergantung ukuran induk ikan.
- Setelah cekungan selesai dibuat, pasangan ikan nila melakukan pemijahan pada saat matahari terbenam, selama proses pemijahan induk betina berada di dalam cekungan. Kemudian induk jantan mendekati induk betina dan pada saat itu induk betina mengeluarkan telurnya. Telur telur itu tersimpan dalam cekungan dan dalam waktu yang bersamaan induk jantan menghamburkan spermanya di situ dan terjadilah pembuahan (fertiliasi) telur.
- Pelepasan telur terjadi beberapa kali dalam jarak waktu beberapa menit. Waktu yang diperlukan untuk pemijahan kurang lebih 10-15 menit. Sekali bertelur induk nila dapat mengeluarkan telur 300 -3000 butir, tergantung berat dan umur induk betina. Sebaiknya induk betina nila dipijahkan sampai umur 2 tahun.
- Telur yang telah dibuahi lalu di kulum oleh induk betina di dalam rongga mulut untuk dierami, selama mengerami telur induk betina tidak makan sehingga kelihatan kurus.
- Selesai pemijahan induk nila jantan pergi meninggalkan induk betina. Beberapa hari kemudian induk jantan itu dapat melakukan perkawinan dengan betina lainnya.
- Telur menetas setelah 2 hari, anak nila (burayak) yang baru menetas masih mengandung kantong kuning telur. Ukuran burayak yang baru menetas antara 0,9 – 1 mm. Burayak ini masih terus tinggal di dalam mulut induknya sampai 5-7 hari sampai kuning telurnya terserap habis. Setelah itu burayak mulai mencari makan di luar mulut induknya.
- Ketika burayak belajar makan, burayak memakan zooplankton yang ukuran kecil sekali. Apabila tidak terdapat zooplankton, pakannya dapat diganti dengan bekatul atau tepung kedelai.

4. Pendederan
- Pendederan benih adalah pemeliharaan benih ukuran lepas induk (ipukan), yaitu kebul yang berumur 5-7 hari sampai ukuran siap tebar untuk pembesaran yang berbobot 100 g/ekor. Pada pembenihan secara intensif pada umumnya ada 3 tahap pendederan
- Luas kolam pendederan dibuat antara 100 m2. Kolam pendederan disiapkan dengan cara dikeringkan terlebih dahulu selama kira kira 3 hari. Selanjutnya dilakukan pemupukan dengan kapur tembok sebanyak 10 g/m2 (untuk kolam baru 100-250 g/m2), kotoran ayam 25 g/m2, urea 2 g/m2, TSP 5 g/m2. Jika didalam kolam sering tumbuh lumut hijau (Spirogyra) sebaiknya jangan di pupuk urea. Setelah pupuh di dasar kolam rata, kolam dapat di aliri air sampai setinggi 0,5 m selama 5-7 hari. Sebelum air masuk ke kolam pendederan, air tersebut harus di saring dahulu dalam bak filter sehingga air menjadi bersih.

- Pendederan Tahap I
- Pendederan Tahap I ini menggunakan benih ukuran kebul (lepas induk/ipukan) dengan padat tebar 300 ekor/m2. Benih diberi pakan emulsi dengan formula tertentu. Jumlah pakan yang diberikan tergantung dari umur benih. Untuk ukuran lepas induk/ipukan diberi pakan sebanyak 1 g/1000 ekor yang diberikan 6-8 kali sehari, benih umur 5-10 hari sebanyak 2 g/1000 ekor dengan 6-8 kali sehari, dan untuk benih umur 10-15 hari sebanyak 3 g/1000 ekor dengan 6-8 kali sehari.
- Debit air yang masuk ke kolam pendederan harus diatur, yaitu sekitar 100 ml/detik. Kedalaman air 0,5 m. Benih dipelihara selama 12-15 hari, benih yang dipanen rata rata dapat mencapai 80-90 % dengan ukuran 3-5 cm/ekor.

- Pendederan II dan III
- Persiapan pendederan II dan III tidak jauh berbeda dengan pendederan I, hanya dalam 
   pedederan II ini padat tebar menjadi 100 ekor/m2. Benih diberi pakan tambahan berupa 
   tepung dengan formula tertentu pada minggu ke I dan remah pada minggu –minggu 
   selanjutnya sebanyak 5 x bobot benih tebar yang diberikan 6-8 kali sehari
- Benih dapat dipanen setelah dipelihara selama 21 hari. Panen dapat mencapai 70-80% 
   dengan ukuran 8-12 cm/ekor.
- Apabila benih belum mencapai ukuran 100 g/ekor, maka dilanjutkan dengan pendederan 
  III, padat tebar 50 ekor/m2. Pada pendederan III ini benih diberi pakan remah dengan 
  formula tertentu sebanyak 4 x bobot tebar benih yang diberikan 5 kali sehari pada minggu 
  ke I. Untuk minggu selanjutnya benih diberi pakan pelet 2 mm dengan formula tertentu, 
  sebanyak 3 x bobot total benih, diberikan 4 kali sehari selama 3 minggu. Hasil panen dapat 
  mencapai 65-80 % dan rata rata ukuran benih 100-130 g/ekor.
- Pembesaran benih ikan berumur 81 hari (100 g) sampai dengan yang dibutuhkan untuk Konsumsi atau
   untuk Induk. Diberi pakan pelet 3 kali sehari.




PAKAN BENIH
Pakan Buatan
Dalam pembenihan secara intensif biasanya diutamakan pemberian pakan buatan yang terdiri dari :
1. Emulsi
2. Tepung dan remah
3. Pelet

1.1 Emulsi
- Emulsi merupakan bentuk pakan tambahan untuk benih yang berumur 5-21 hari (lepas hapa). Bahan pakan benih ikan ini dibuat dari kuning telur (ayam atau bebek) dan tepung kedelai dengan perbandingan 1:1 ditambah vitamin 1 %.
- Cara membuat emulsi adalah dengan melarutkan sebutir kuning telur (itik atau ayam) kedalam 200 ml air matang ditambah 40 g tepung kedelai halus, 5 g tepung sagu (sejenisnya) sebagi perekat, 1 g vitamin.
- Campurkan bahan bahan tersebut diaduk sampai rata sambil dipanaskan sampai berbentuk emulsi.
- Pakan ini cukup untuk benih seberat 1 kg yang diberikan 6-8 kali sehari selama 5 hari. Pakan ini diberikan dengan cara disemprotkan merata diatas permukaan air.
- Pakan emulsi ini tidak boleh disimpan di udara terbuka lebi dari 10 jam. Sebaiknya disimpan dalam lemari es atau membuatnya hanya setiap akan memberi pakan.

2.1 Tepung dan remah
- Tepung merupakan pakan tambahan benih ikan yang berumur 21-40 hari. Jenis pakan ini terdiri dari tepung halus, yang dibuat dari pelet kering yang digiling halus.
- Untuk benih yang berumur 41-80 hari, diberi pakan remah berupa pecahan pelet kering (pelet yang dipecah).

3.1 Pelet.
- Pelet adalah pakan tambahan yang dicetak berbentuk butiran dan diberikan untuk tahah pembesaran. Formulasi pelet bermacam macam tergantung dari bahan dasarnya. Berikut ini adalah contoh formulasi pelet :
- Tepung ikan —————- 50 %
- Tepung Kedelai ———— 30 %
- Tepung terigu ————– 13 %
- Kuning telur —————- 5 %
                  - Premix ———————– - 2 %



BACA JUGA
Read More ->>

Calendar

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer