Popular Post

CARA PEMBENIHAN IKAN TAWES

By : Fera Angel

Pembenihan ikan tawes memiliki beberapa cara, yakni pembenihan ikan di kolam,pembenihan ikan di sawah danpembenihan ikan di hapa. Berikut ini membahasPembenihan Ikan Tawes di kolam.
 
1. Memilih Induk
1) Untuk mendapatkan benih yang berkualitas bagus dengan jumlah yang banyak  perlu dipilih induk yang baik dengan ciri-ciri Ikan Tawes:
a. Letak lubang dubur relatif lebih dekat ke pangkal ekor
b. Kepala lebih kecil dan meruncing
 
c. Sisik besar dan teratur
d. Pangkal ekor lebar dan kuat/ kokoh
 
2) Ikan tawes jantandipijahkan setelah umur lebih dari 1
tahun, dan induk tawes betinapada umur kurang lebih 1,5 tahun.  Tanda-tanda bahwa induk ikan tawes telah matang kelamin dan siap untuk dipijahkan:
 
a. Induk Tawes betina
- Perutnya mengembang kearah genetal (pelepasan) bila diraba lebih lembek
- Lubang dubur berwarna agak kemerah-merahan
- Tutup insang bila diraba lebih licin
- Bila perut diurut dari arah kepala ke anus akan keluar cairan kehitamhitaman.
 
b. Induk Tawes Jantan
- Bila perut diurut dari arah kepala ke anus akan keluar cairan berwarna keputih-putihan (sperma)
- Tutup insang bila diraba terasa kasar
 
2. MEMPERSIAPKAN KOLAM
1) Kolam pemijahan ikan tawes sekaligus adalah kolam penetasan dan kolam pendederan. Sebelum dipergunakan untuk pemijahan, kolam terlebih dahulu dikeringkan.
2) Perbaikan pematang dan dasar kolam dibuat saluran memanjang (caren/kamalir) dari pemasukan air  kearah pengeluaran air dengan lebar 40 cm dan dalamnya 20-30 cm.
 
3. PELEPASAN INDUK
1) Induk ikan tawes yang telah terpilih untuk dipijah kemudian diberok  pemberokan dengan penempatan induk jantan dan betina secara terpisah selama 4-5 hari
2) Setelah diberok kemudian induk ikan dimasukkan ke kolam pemijahan yang telah dipersiapkan
3) Pemasukan induk ke kolam pada saat air mencapai kurang lebih 20 cm
4) Jumlah induk yang dilepas induk betina 25 ekor dan induk jantan 50 ekor
5) Pada sore hari kurang lebih pukul 16.00 air yang masuk ke kolam diperberar sehingga aliran air lebih deras.
6) Biasanya induk ikan tawes memijah pada pukul 19.00-22.00
7) Induk yang akan memijah biasanya pada siang hari sudah mulai berkejarkejaran di sekitar tempat pemasukan air.
 
4. PENETASAN TELUR TAWES
1) Setelah induk ikan tawes bertelur, air yang masuk ke kolam diperkecil agar telur-telur tidak terbawa arus, penetasan dilakukan di kolam pemijahan juga
2) Pagi hari diperiksa bila ada telur-telur yang rnenumpuk di sekitar kolam atau bagian lahan yang dangkal disebarkan dengan mengayun-ayunkan sapu lidi di dasar kolam
3) Telur ikan tawes biasanya menetas semua setelah 2-3 hari
4) Dari ikan hasil penetasan dipelihara di kolam tersebut selama kurang lebih 21 hari.
 
5. PEMUNGUTAN HASIL BENIH IKAN
1) Panen dilakukan pada pagi hari
2) Menyurutkan/mengeringkan kolam
3) Setelah benih berada dikamalir/dicaren, benih ditangkap dengan menggunakan waring atau seser
4) Benih ditampung di hapa yang telah ditempatkan di saluran air mengalir dengan aliran air tidak deras
5) Benih lersebut selanjutnya dipelihara lagi di kolam pendederan atau dijual.
 
6. PENDEDERAN
1) Mula-mula kolam dikeringkan selama 2-3 hari
2) Perbaikan pematang, pembuatan caren/saluran
3) Dasar kolam diolah dicangkul, kemudian dipupuk dengan Urea & SP 36 10 gr/m2 dan pupuk kandang 1 - 1,5 kg/m2 tergantung kesuburannya.
4) Setelah kolam dipupuk kemudian diairi setinggi 2-3 cm dan dibiarkan 2-3 hari kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman 50 cm
5) Kemudian benih ditebar di kolam pendederan dengan padat tebar 10-20 ekor/m2
6) Pemeliharaan dilakukan kurang lebih 3 minggu - 1 bulan.
7) Selanjutnya dapat dipanen dan hasil benih dapat dijual atau ditebar lagi di kolam pendederan II.











BACA JUGA


PEMIJAHAN IKAN MUJAIR

By : Fera Angel

 http://dedy-restu.blogspot.com/2014/06/pemijahan-ikan-mujair.html

Teknis Pemijahan Ikan Mujair Pemijahan dan penetasan ikan mujair berlangsung sepanjang tahun pada kolam pemijahan dan tidak memerlukan lingkungan pemijahan secara khusus. Hal yang perlu dilakukan adalah penyiapan media pemeliharaan seperti pengerikan pengapuran dan pemupukan. Ketinggian air di kolam dipertahankan sekitar 50 cm.

Untuk menambah tingkat produkivitas dan kesuburan, maka diberikan makanan tambahan dengan komposisi sebagai berikut: tepung ikan 25%, tepung kopra 10% dan dedak halus sebesar 65%. Komposisi ransum ini digunakan dalam usaha budidaya ikan mujair secara komersial. Dapat juga diberi makanan yang berupa pellet yang berkadar protein 20-30% dengan dosis 2-3% dari berat populasi per hari, diberikan sebanyak 2 kali/hari yaitu pada pagi dan sore hari.

Pemijahan akan terjadi setelah induk jantan membuat lubang sarang yang berupa cekungan di dasar kolam dengan garis tengah sekitar 10-35 cm. Begitu pembuatan sarang pemijahan selesai, segera berlangsung proses pemijahan. Setelah proses pembuahan selesai, maka telur-telur hasil pemijahan segera dikumpulkan oleh induk betina ke dalam mulutnya untuk dierami hingga menetas. Pada saat tersebut induk betina tidak aktif makan sehingga terlihat tubuhnya kurus. Telur akan menetas setelah 3-5 hari pada suhu air sekitar 25-27 derajat C. Setelah sekitar 2 minggu sejak penetasan, induk betina baru melepaskan anak-anaknya, karena telah mampu mencari makanan sendiri.

Pendederan atau pemeliharaan anak ikan mujair dilakukan setelah telur-telur hasil pemijahan menetas. Kegiatan ini dilakukan pada kolam pendederan yang sudah siap menerima anak ikan dimana kolam tersebut dikeringkan terlebih dahulu serta dibersihkan dari ikan-ikan liar. Kolam diberi kapur dan dipupuk sesuai ketentuan. Begitu pula dengan pemberian pakan untuk bibit disesuaikan dengan ketentuan.

Jumlah penebaran dalam kolam pendederan tergantung dari ukuran benih ikan. Benih ikan ukuran 1-3 cm, jumlah penebarannya sekitar 30-50 ekor/meter persegi, ukuran 3-5 cm jumlah penebarannya berkisar 5-10 ekor/meter persegi. Sedangkan anak ikan ukuran 5-8 cm jumlah penebarannya 2-5 ekor/meter persegi. Untuk benih yang ukuran 5-8 cm ini,
sebaiknya dilakukan secara monoseks kultur, karena pada ukuran tersebut benih ikan sudah dapat dibedakan yang berjenis kelamin jantan atau betina.




BACA JUGA



PEMIJAHAN IKAN DISCUS

By : Fera Angel

BUDIDAYA IKAN DISCUS

Ikan diskus merupakan jenis ikan hias yang didatangkan dari sungai Amazon (Brasil). Disebut diskus karena  bentuk tubuhnya mirip lempengan disk yang berdiri tegak. Diskus awalnya terdiri dari heckel discus, brown discus, green discus, dan blue discus. Bentuk tubuh ikan diskus ini pipih bundar dengan warna dasar coklat kemerahan dengan garis berombak dan beraneka ragam tak beratur mulai dari dahi sampai samping perut. Mata ikan diskus berwarna merah dan garis tengah tubuhnya paling besar 15 Cm. Ikan diskus dikenal tidak suka mengganggu cenderung menyendiri atau mengelompok dengan ikan sejenisnya.
Hal yan paling penting dalam budidaya adalah memilih indukan yang baik. Caranya dengan budidaya sejak kecil. Setelah berumur 15-20 bulan, diskus ini akan memilih pasangannya sendiri. Pasangan diskus inilah yang kita ambil dan dipindahkan untuk dipijahkan.


Persiapan tempat: 
  1. Siapkan akuarium ukuran 60  X 40 X 40 Cm.
  2. Suhu air dalam akuarium antara 28 -30 derajat Celcius.
  3. PH air berkisar 5-6.
  4. Air dapat diambil dari sumur atau dari PDAM yang telah diendapkan selama 24 jam.
  5. Tambahkan filter dan aerator.
  6. Sediakan paralon atau pot


          Cara pemijahan:
  1. Masukkan induk diskus yang berpasangan ke dalam akuarium.
  2. Pasang paralon atau pot di dalam akuarium untuk menempelkan  telor.
  3. Telor yang baik akan menetas setelah 60 jam.
  4. Setelah telor menetas, bersihkan larvanya lalu pindahkan ke tempat yang aman dan bersih beserta induknya.
  5. Setelah 3-4 hari larva diskus ini sudah dapat berenang dan mulai menggelayuti induknya sambil menghisap lendir yang ada di sekujur tubuh induknya sebagai makanan utama.
  6. Diskus setelah berumur satu minggu baru bisa diberi makan berupa kutu air atau larva artemia.
      
    Cara Pembesaran:
  1. Pindahkan anakan diskus berusia satu bulan dari induknya ke akuarium berukuran 100 X 50 X 35 Cm. Setelah besar pindahkan diskus ke akuarium yang lebih luas lagi.
  2. Agar terlihat bagus, diskus sebaiknya ditempatkan di akuarium standar (induk 50 X 50 X 40 Cm dan anakan diskus 50 X100 X 35 Cm)
  3. Agar ikan diskus tetap hidup dengan baik, sediakan pakan alami seperti dapmia, cacing sutera, cacing super,  jentik nyamuk, udang, dan sejenisnya. Diskus juga suka mengkonsumsi pakan buatan campuran dari  jantung, hati, daging, udang, ikan, dan sayuran.
Sebaiknya, budidaya ikan diskus dilakukan secara kelompok. Budidaya secara kelompok ini lebih efektif dan efisien. Budidaya secara kelompok juga memudahkan proses pemasaran dan distribusi

PENGENALAN IKAN DISCUS

Pertama kali saat ingin memelihara ikan discus, tentunya kita inginkan jenis dan kondisi yang baik bukan? dengan begitu kita pun    akan mudah memelihara ikan tersebut dengan baik pula dan hasilnya tidak akan mengecewakan kita. Berikut ini adalah cara memilih ikan tersebut yang diambil dari berbagai sumber
  •  Warna kulit yang cerah, tidak berselaput ataupun mengeluarkan lendir yang berlebihan. Warna kulit yang hitam kusam menandakan kondisi discus yang tidak sehat. Garis hitam vertical/stress bar yang sangat menyolok/tegas menandakan discus dalam kondisi stress yang berat. Jumlah garis ini berbeda-beda menurut varian ikan. Biasanya berjumlah antara 7-18 bar. Stress bar ini tidak menentukan sakit tidaknya seekor discus, tetapi sebagai parameter kondisi discus akibat kaget, atau kondisi lingkungan yang tidak cocok bagi discus. Banyak jenis discus yang menunjukkan stress-bar nya dengan jelas.
  • Sisik pada ikan yang bersih dan tidak terkelupas, tidak berbintik putih dan berlendir terlalu banyak. Sirip ikan haruslah terlihat bersih dan lengkap. Sirip yang sobek, rusak, berjamur menandakan ikan tidak sehat. Biasanya pada sirip ikan sering terserang fin rot. Sirip yang tidak cacat dan seimbang akan membuat bentuk discus bulat dan indah dipandang.
  • Warna mata yang bening, tidak berselaput ataupun berbintik putih. Bola mata yang tidak terlalu mencolok keluar seperti ban radial. Mata demikian disebut pop eye yang disebabkan kondisi air yang jelek, dan ikan terjangkit intestinal bakteri. Ukuran mata yang terlalu besar pada ikan yang berukuran kecil menandakan ikan tersebut terhambat pertumbuhannya atau biasa disebut bantet/ kontet. Selain itu mata yang hitam dapat diakibatkan oleh penyakit internal dan terlalu lama terkena kontaminasi obat-obatan dalam jangka lama
  • Bentuk tubuh ikan discus yang ideal, tidak kurus yang nampak dari ketebalan dahi/ jidat discus. Discus yang tidak cacat fisik, biasanya terlihat dari depan/ muka dimana sisi kiri dan kanan terlihat sama. Mulut ataupun bagian tubuh lainnya tidak ada yang lebih ke kiri/ ke kanan.
  • Cara bernafas yang berirama teratur, dimana kedua insang membuka dan menutup bersamaan, tanpa ada yang lebih besar membukaya ataupun bernafas hanya dengan satu insang. Biasanya ikan yang bernafas dengan satu insang terjangkit Gill Fluke Dactylogyrus atau kutu insang. Tutup insang rata menutupi insang, tidak pendek dan tidak menganga terbuka. Juga harus diperhatikan nafas yang snagat cepat, yang dapat disebabkan oleh kekurangan oksigen naum dalam jangka panjang akan merusak fungsi insang
  • Discus yang sehat umumnya tidak takut terhadap manusia yang melihatnya. Discus yang baik dan sehat biasanya akan segera mendekat dengan cepat, mengira akan diberi makan. Selain itu discus yang sehat umumnya tidak menyendiri, tertapi berbaur dengan teman-temannya.
  • Umumnya discus yang sehat, gaya berenangnya tenang, tidak tersendat-sendat. Discus yang suka menggesekkan bagian tubuhnya ke alat-alat atau benda sekitarnya, umumnya terserang parasit. Hal ini mungkin karena rasa gatal yang ditimbulkan akibat gigitan kutu ataupun jamur/ bakteri pada kulit maupun insang. Discus yang sehat umumnya berenang dengan tenang, dasi/pectoral fin – sirip depan bawah perut diturunkan sehingga terlihat gagah pada saat berenang.
  • Jangan mudah tertipu dengan warna. Warna merah membara pada mata dan warna yang menyolok, terutama pada discus kecil & remaja (antara 2-3 inci), bukan jaminan untuk mendapatkan discus yang baik. Pada saat ini ada sebagian kalangan yang menggunakan hormon untuk memaksakan keluarnya warna ikan, yang bertujuan untuk memudahkan penjualan dan meningkatkan daya tarik ikan. Warna ini tidak akan bertahan lama (kurang lebih 2 minggu – 1 bulan). Pemakaian hormon dapat mengakibatkan gagalnya pemijahan atau anakan yang dihasilkan sedikit dan biasanya tidak sehat.
  • Batik atau pattern ikan biasanya akan timbul mulai 2 inci ke atas dan bertahap. Berhati-hatilah jika membeli discus yang sudah keluar batik sejak ukuran kecil, karena kemungkinan adanya pemberian hormon untuk mengeluarkan batik ini agar terlihat indah. Adalah wajar batik yang keluar hanya setengah atau kurang pada ukuran 2 inci, namun terkadang kualitas discus yang rendah mengakibatkan batiknya tidak keluar secara sempurna hingga full satu badan.
  • Usahakan membeli ikan paling tidak ukuran 2 inci, karena pada ukuran inilah ciri-ciri ikan sehat dan baik dapat dilihat dibandingkan ukuran yang lebih kecil. Hindari untuk membeli burayak walaupun harganya murah, terutama jika anda seorang pemula. Jangan tergiur dengan keuntungan karena memelihara burayak tidak mudah.
Selain itu, yang harus diterima oleh pemula adalah cacat fisik seperti mata besar sebelah, pertumbuhan fin tidak sempurna, dahi menonjol, bagian kepala meruncing dll. Kemudian yang terpenting adalah lakukan adaptasi secara perlahan sesudah tiba dirumah dan lakukan karantina pada setiap ikan yang dibeli.


LANGKAH SELANJUTNYA

  1. Setelah kita mendapatkan ikan yang sesuai dengan apa yang kita inginkan, ada kalanya saat pertama kali discus dipindahkan ke tempat yang baru dengan pada suhu yg signifikan (lebih dingin), discus akan sangat kaget dan efeknya yg pertama jelas penurunan nafsu makan ataupun mungkin lebih rentan terkena penyakit. Cara mengatasinya, bisa dipancing supaya mau makan dengan cara makanannya saya pegang ketika memberi makan. Biasanya setelah 3-4 hari discus akan kembali normal nafsu makannya.
  2. Beberapa langkah yg dapat terapkan setiap akan mengkondisikan discus ke suhu dingin adalah:
  • Discus dibiasakan untuk mau makan dengan cara pakan yg masih dipegang. Ini sekaligus melatih mental discus agar akrab dengan majikannya. pakannya biasanya berupa bloodworm atau cacing beku.
  • Biasanya discus akan mulai mengenali pakan dalam tangan setelah 2-4hari. Jangan melakukan gerakan yg bisa mengagetkan discus. Karena biasanya discus akan menjadi malas untuk makan (stress).
  • Setelah discus terbiasa diberi pakan dengan tangan cobalah pemberian pakan burger. pada awal 3-4 hari discus akan mogok makan,dan jangan karena dia mogok makan lalu kita berikan pakan lain,tapi paksa terus sampai dia mau,berikan sedikit demi sedikit. lama- kelamaan dia pasti akan mau juga (ramuan burger tergantung selera kita). Burger akan sangat mempengaruhi kecemerlangan warna discus. Berdasarkan hasil tersebut, discus menjadi jauh lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit, selain itu daya tahannya juga jauh lebih unggul dari discus yg dipelihara dengan suhu standar.
  • Penggunaan heater (jika menggunakan) mulai dikurangi intensitasnya. Sebagai contoh heater hanya digunakan selama paling lama 5 jam dan usahakan penggunaan heater hanya untuk kondisi tertentu saja, misalnya saat hujan atau malam hari.
  • Tahap diatas membutuhkan waktu aklimatisasi (adaptasi) 5-6hari.
  • Lalu discus mulai dibiasakan dengan intensitas cahaya tinggi secara bertahap. Biasanya untuk jenis- jenis discus dengan warna yang solid (marlboro,blue diamond,pigeon,rising sun,red melon dll) akan timbul spot hitam yang biasa disebut pasir oleh hobies yg mulai muncul dari bagian kepala dan sirip. Ini disebabkan kualitas indukan yg memang sudah memiliki spot hitam sebelumnya atau juga karena penggunaan lampu dengan intensitas spektrum warna merah berlebih (contohnya lampu UV). Jika diskus anda memiliki hal demikian maka kualitas diskus anda termasuk kurang bagus,karena bila dikawinkan spot hitam itu akan menurun ke anaknya.
  • Setelah discus terbiasa pada cahaya terang dan tanpa heater maka dia akan seterusnya seperti itu.

BEBERAPA PENYAKIT DAN PENANGANANNYA

Selain  itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pula bahwa pada masa penyesuaian suhu, penyakit yg paling umum menyerang adalah white spot dan velvet (new discus disease). Jika ini terjadi anda jangan langsung panik dengan penggunaan obat-obatan yg berbahan kimia (dapat meyebabkan resistensi). Cobalah mengatasi dengan garam obat yg dilarutkan (50mg/10lt air) .
Apabila ternyata ikan kita terkena penyakit white feces atau berak putih yang merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang discus (Penyakit ini ditularkan melalui air yang telah terkontaminasi oleh semacam telur parasit. Discus yang terkena white feces biasanya akan mengeluarkan kotoran berwarna putih) maka berikut ini cara yang biasanya (dan bisa) digunakan untuk mengobatinya:

  1. Karantina discus yang terkena white feces.
  2. Larutkan 2 gr Metronidazole / 100 liter.
  3. Tambahkan garam 1-2 sendok makan.
  4. Pasang heater 30 C.
  5. Pasang aerator.
  6. Sebaiknya, setiap 8 jam ganti air 1/2nya dan tambahkan Metronidazole 1 gr. Atau setidaknya 24 jam. 
 Untuk jenis penyakit lain seperti penyakit cacing pita, dapat diobati dengan Levamisol yang diberikan melalui pakan. Bintik putih (white spot) pada discus dapat diobati dengan cara merendam discus menggunakan acriflavin dengan campuran 50ml acriflavin/22,5 Liter air. Sirip rusak dapat diobati  dengan melarutkan Clorampenicol 2 gr/100 liter air, lakukan selama  3-5 hari. Terakhir untuk velvet, ikannya emang warna badannya jadi gelap/hitam, sirip fin-nya menguncup, suka menggesekkan tubuhnya ke benda di sekitarnya dan biasanya ngumpul di sudut/mojok. biasanya dapat disembuhkan dengan cara:
  1. Karantina discus yang diduga terkena velvet
  2. Masukkan chlorampenicol 1,5 gram+ Acriflavine 20 ml + 1-2 garam ikan ke dalam tank berisi kurang lebih 100 liter untuk karantina.
  3. Pasang aerator yang agak besar.
  4. Pasang heater 30 C.
  5. Kalau airnya keruh putih di esok lusa, sifon. Tambahkan larutan sama seperti sebelumnya. Lakukan seterusnya sampai discus terlihat sehat (biasanya 1 minggu).
  6. Kasih makan dikit aja (puasa).  



BACA JUGA



PEMIJAHAN IKAN GURAMI

By : Fera Angel
ikan+gurame PERSIAPAN PEMIJAHAN IKAN GURAME
Kolam pemijahan dapat berupa kolam tanah atau kolam tembok tetapi dasarkolam diusahakan tetap tanah. Dasar kolam tanahakan merangsang induk gurami untuk segera memijah. Syarat kolampemijahan yaitu : airnya jernih, tenang dan mengalir kecil sehingga suplaioksigen juga terpenuhi, ada pintu pemasukan dan pengeluaran air dan tidak bolehterlalu banyak mengandung lumpur karena airnya cepat keruh, air yang keruhdapat menutupi permukaan telur, akibatnya akan mempengaruhi keberhasilanpenetasan telur.

1. PersiapanKolam Pemijahan
Persiapan kolam pemijahan bertujuan untukmenciptakan lingkungan kolam dalam kondisi optimal bagi ikan gurami untukmelakukan pemijahan. Kolam pemijahan harus dilengkapi dengan saluran pemasukan air danpengeluaran. Saluran pemasukan airdibutuhkan untuk mensuplai air baru agar air kolam tetap segar dan ketersediaanoksigen terlarut tetap terjaga. Aliranair yang masuk ke kolam dapat merangsang ikan untuk memijah.
Ikan Gurami sepertiikan air tawar lainnya juga akan terangsang berpijah bila ada suasana barudalam kolam, seperti bau ampo yang terbentuk akibat pengeringan tanah kolamkemudian kena air baru. Hal inilah yangmenyebabkan pengeringan dan penjemuran pada dasar kolam pemijahan mutlakdilakukan. Selain kegiatan pengeringan,pemberian pakan daun talas juga dapat merangsang gurami untuk segera kawin.
Tahapan kegiatan yangperlu dilakukan untuk menyiapkan kolam pemijahan ikan gurami adalah sebagai berikut:
a. Kolam dikeringkan 3-7 hari, tergantung cuaca dan ketebalan lumpur dikolam. Tujuan pengeringan kolam yaitumerangsang birahi induk untuk segera kawin, membunuh hama dan penyakit serta membuang gas-gas yang membahayan ikan(misalnya: amoniak (NH3) dan H2S)
b. Perbaikan pematang, membersihkan kolam dari semua kotoran yang ada danmasuk ke kolam serta membersihkan rumput liar disekitar pematang
c. Jika dasar kolam banyak mengandung lumpur segera dikurangi atau dibuang
d. Setelah pengeringan kolam, dilakukan pengapuran dengan dosis 100gr/m2. Pemberian kapur selain untuk menaikkan pHtanah juga untuk membunuh bibit-bibit penyakit yang terdapat di dasar kolam
e. Kolam pemijahan diisi dengan air bersih, jernih dan memenuhi persyaratanuntuk kehidupan dan telur nantinya sedalam 80 cm
f. Setelah 3-4 hari dari pengisian air kolam, induk sudah dapat dimasukkan kekolam pemijahan
Apabila sumber air kurang jernih atau keruh,sebaiknya air diendapkan terlebih dahulu dalam bak pengendapan. Air kolam yang keruh akan menyebabkan telurterselimuti oleh lumpur sehingga telur-telur membusuk dan tidak menetas. Disamping itu, air yang keruh kita akankesulitan untuk mengetahui apakah telah terjadi aktifitas pemijahan dan apakahsarang telah berisi telur atau belum.
2. MempersiapkanSarang
Induk gurami membuat sarang terlebih dahulusebelum melakukan pemijahan. Gurami meletakkan dan menyimpan telurnya didalamsarang. Di alam, induk gurami jantanmembuat sarang yang terbuat dari rumput-rumput kering yang disusun di pojokankolam. Agar proses pemijahan guramedapat berlangsung lebih cepat, pembudidaya perlu menyediakan tempat kerangkasarang (sosog) dan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat bahan sarang(seperti ijuk, sabut kelapa). Keberadaanbahan sarang tersebut juga merangsang induk cepat untuk memijah.
a. KerangkaSarang (Sosog)
Kerangka sarang dapat berupa sosog,ranting-ranting pohon dan bilah bambu yang cukup ditancapkan di pinggirpematang kolam. Pemakaian dengan bilah bambu lebih praktis, hemat biaya, daninduk gurami lebih fleksibel dalam membuat sarang. Sedangkan sosog adalah anyaman bambuberbentuk kerucut dengan diameter lingkaran mulut sosog antara 25-30 cm dandalamnya 30-40 cm. Pemasangan sosogdilakukan di pematang dengan cara tangkainya ditancapkan ke pematangkolam. Namun ada juga yang memasangsosog di bagian tengah kolam dengan cara memasang tangkai pada pangkal sosog. Penempatan sosog di bagian tengahkolam bertujuan untuk mengantisipasi induk yang enggan membuat sarang dipinggirkolam, karena kondisi pinggir kolam yang kurang nyaman dan banyak lalu lalangorang.
sosog+sarang+pemijahan+ikan+gurami PERSIAPAN PEMIJAHAN IKAN GURAME

Pemasangan sosogdisarankan sekitar 15-30 cm di bawah permukaan air kolam. Jarak pemasanganantara sosog yang satu dengan lainnya sekitar 2 – 4 m. Jumlah sosog yang dipasang di kolam pemijahandisesuaikan dengan jumlah induk betina. Satu ekor induk betina biasanyamembutuhkan satu sarang untuk meletakkan telurnya. Namun, semakin banyak kerangka yang dipasangmaka akan semakin baik karena induk gurami akan lebih leluasa memilih tempatyang diperkirakan aman dan nyaman untuk meletakkan telurnya.
Bahan sarang untuk pemijahan gurami dapatberupa ijuk, sabut kelapa dan rumput-rumput kering. Namun , yang paling banyak digunakan adalahijuk dan sabut kelapa karena lebih praktis, murah, dan mudah didapat. Pilihlah ijuk yang lembut untuk menghindaripecah atau rusaknya telur akibat gesekan dengan ijuk. Sebelum digunakan ijuk dan sabut kelapadicuci hingga bersih dan dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur.
Bahan pembuat sarang ini biasanyaditempatkan dipinggir atau di tengah kolam dengan posisi menggantung supayainduk dapat dengan mudah mengambil ijuk atau sabut kelapa. Agar bisa menggantung, ijuk dan sabut kelapadijepit secara longgar dengan bilah bambu yang dipasang dipinggiran kolam. Namun kelemahannya, banyak ijuk yang jatuh kedasar kolam atau tertimbun lumpur.
http://dedy-restu.blogspot.com/2014/06/pemijahan-ikan-gurami.html


Penempatan bahan sarang yang umum dilakukanpembudidaya yaitu diatas para-para yang terbuat dari bambu. Para-para bambu ini diberi kaki pada keempatsudutnya sehingga mampu menahan ijuk/sabut kelapa yang ditempatkan diatasnya. Bahan tersebut diletakkandiatas para-para yang terendam air atau rata dengan air supaya mudah diambilinduk jantan. Oleh induk jantan,ijuk/sabut kelapa diambil dan dipindahkan ke sosog atau bilah bambu yang ditancapkan pinggir pematang kolam.
3. PenebaranInduk Kekolam Pemijahan
Indukgurami yang telah matang gonad dan siap mijah dapat segera dipindahkan ke kolam pemijahan. Ciri-ciri indukikan gurame yang baik adalah sebagai berikut:
a. Memiliki sifat pertumbuhan yang cepat.
b. Bentuk badan normal (perbandingan panjang dan berat badanideal).
c. Ukuran kepala relatif kecil
d. Susunan sisik teratur,licin, warna cerah dan mengkilap sertatidakluka.
e. Gerakan normal dan lincah.
f. Bentuk bibir indah seperti pisang, bermulut kecil dan tidakberjanggut.
g. Berumur antara 2-5 tahun.
Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betinaadalah sebagai berikut:
a. Betina
- Dahi menonjol.
- Dasar sirip dada terang gelap kehitaman.
- Dagu putih kecoklatan.
- Jika diletakkan pada tempat datar ekor hanya bergerak-gerak.
- Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.

induk+betina+ikan+gurami PERSIAPAN PEMIJAHAN IKAN GURAME
Induk betina
b. Jantan
- Dahi menonjol.
- Dasar sirip dada terang keputihan.
- Dagu kuning.
- Jika diletakkan pada tempat datar ekor akan naik.
- Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.
induk+jantan+ikan+gurami PERSIAPAN PEMIJAHAN IKAN GURAME
IndukJantan
Penangkapan dan pelepasan induk yang telahmatang gonad dilakukan secara hati-hati agar induk tidak terluka ataustress. Penangkapan induk sebaiknyadilakukan pada pagi atau sore hari ketika cuaca tidak terlampau panas. Hal ini untuk menghindari stress pada ikanakibat perbedaan suhu yang terlalu tinggi antara di kolam induk dengan suhu dikolam pemijahan. Pemindahan induk kekolam pemijahan dilakukan setelah kolam pemijahan sudah siap dan telah diisiair.
Penangkapan induk gurami yaitu dengan caramelokalisir induk dengan menggiringnya disalah satu sisi kolam dengan menggunakan jarring yangdibentangkan. Setelah ruang geraknya di persempit, induk dapat ditangkap dengan menggunakan tangan dan dilakukandengan hati-hati. Penangkapan indukharus dilakukan satu demi satu. Penangkapan induk tidak disarankan menggunakan seser, karena akanmengakibatkan sisik ikan banyak yang terkelupas.
Cara memegang induk gurami ada caranya yaituinduk dipegang dengan tangan dengan posisi badan terbalik. Induk dipegang pelan dan hati-hati, matagurami diusahakan tertutup oleh telapak tangan agar tidak berontak. Bagi yang belum mahir dapat menggunakan kainhalus basah yang diselimutkan pada tubuh ikan secara hati-hati. Selanjutnya induk diangkat secara pelan-pelandengan posisi terlentang juga. Indukyang tertangkap dimasukkan ke dalam drum atau ember besar berisi air yang telahdipersiapkan.
Pemasukkan induk kekolam pemijahan harus dilakukan secara hati-hati. Masukkan induk bersama denganwadahnya ke kolam pemijahan dan biarkan gurami keluar dan berenang dengansendirinya. Pemindahan indukdapat juga dengan cara mempergunakan kain halus basah, kemudian diangkut dandilepaskan bersama pembungkusnya. Dengan cara ini kemungkinan induk jatuh karena meronta dapat dikurangi ataudihindari. Jika induk sampai terjatuhmaka akan dapat menyebabkan stress sehingga induk tidak mau memijah.



BACA JUGA




PEMIJAHAN IKAN MANFISH

By : Fera Angel

 
http://dedy-restu.blogspot.com/2014/06/pemijahan-ikan-manfish.html

Pengelolaan induk

Ikan manfish dapat dijadikan induk setelah umurnya mencapai 7  bulan dengan ukuran panjang ± 7,5 cm. Untuk mencapai hasil yang optimal, induk harus dikelola dengan baik antara lain dengan pemberian pakan yang baik seperti jentik nyamuk ( Untuk mengetahui cara budidayanya silahkan buka di sini Cara Budidaya Jentik Nyamuk ), cacing Tubifex, atau Chironomous. Selain itu karena induk ikan manfish sangat peka terhadap serangan penyakit, maka perlu diberikan perlakuan obat secara periodic. Obat yang biasa digunakan antara lain Oxytetracycline dan garam.
Sebelum dipijahkan, induk manfish dipelihara secara massal (jantan dan betina) terlebih dahulu dalam 1 akuarium besar (ukuran 100 x 60 x 60 cm³). setelah matangtelur, induk manfish akan berpasangan dan memisahkan dari ikan lainnya. Induk yang berpasangan tersebut sudah dapat diambil dan dipijahkan pda tempat pemijahan.
Selain itu dapat dilakukan, yaitu dengan memasangkan induk manfish secara langsung setelah mengetahui induk jantan dan betina. Induk jantan dicirikan dengan ukuran tubuh yang lebih besar  dibandingkan dengan induk betina.
Kepala induk jantan terlihat agak besar dengan bagian antara mulut ke sirip punggung berbentuk cembung, serta badan lebih ramping dibandingkan dengan ikan betina. Sementara induk betina dicirikan oleh ukuran tubuh yang lebih kecil dan bentuk kepalanya yang lebih kecil dengan bagian perut yang lebih besar/gemuk serta terlihat agak menonjol.

Tekhnik pemijahan

Pemijahan dilakukan di akuarium berukuran 60x50x40 cm³ denagn tinggi air± 30 cm. kedalam akuarium tersebut diberiakan aerasi untuk menyuplai oksigen. Ikan manfish akan menempelkan telurnya pada substrat yang halus, misalnya potongan pipa PVC yang telah disiapkan/ditempatkan dalam akuarium pemijahan. 
Karena ikan manfish cenderung menyukai suasana yang gelap dan tenang, maka pada dinding akuarium dapat ditempelkan kertas atau plastic yang berwarna gelap.
Induk manfish akan memijah pada malam hari. Induk betina menempelkan telurnya pada substrat dan diikuti ikan jantan yang menyemprotkan spermanya pada semua telur, sehingga telur-telur tersebut terbuahi. Jumlah telur yang dihasilkan setiap induk berkisar antara 500-1000 butir,. Selama masa pemijahan tersebut, induk tetap diberi pakan berupa cacing Tubifex, Chironomous atau Daphnia  ( Untuk mengetahui cara budidayanya silahkan buka di sini Cara Budidaya Kutu air / Daphnia )

Penetasan telur dan pemeliharaan larva

Telur yang menempel pada substrat selanjutnya dipindahkan ke akuarium pemetasan telur (berukuran 60 x 50 x40 cm³) untuk ditetaskan. Pada air media penetasan sebaiknay ditambahkan obat anti jamur, antara lain Methyline Blue dengan dosis 1 ppm. Untuk menjaga kestabilan suhu, maka ke dalam media penetasan telur tersebut digunakan pemanas air (water haater) yang dipasang pada suhu 27-28°C.
Telur manfish akan menetas setelah 2-3 hari, dengan derajat penetasan telur berkisar 70-90%. Selanjutnya paralon tempat penempelan telur diangkat dan dilakukan perawatan larva hingga berumur ±2 minggu.
Pakan yang diberikan selama pemeliharaan larva tersebut beruapa pakan alami yang sesuai dengan bukaan mulut larva dan memiliki kandungan protein yang tinggi, antara lain nauplii Artemia sp. Pakan tersebut dberikan 2 kali sehari (pagi dan sore) hingga larva berumur ± 10 hari dan dilanjutkan dengan pemberian cacing Tubifex.

Pendederan dan pembesaran


  • Setelah berumur ± 2 minggu, benih tersebut dapat dilakukan penjarangan untuk kemudian dilakuakn pendederan sampai ikan berumur satu bulan.
  • Langkah berikutnya adalah memanen benih tersebut untuk dipindahkan ke dalam bak/wadah pembesaran.
  • Dalam hal ini dapat digunakan bak fiber atau bak semen, tergantung wadah yang tersedia.
  • Selama masa pembesaran, diupayakan agar ada aliran air ke dalam wadah pembesaran walaupun sedikit.
  • Padat penebaran untuk pembesaran ikan manfish berkisar 100 ekor/m₂.
  • Pakan yang diberikan berupa cacing Tubilex atau pellet sampai benih berumur ±2 bulan.
  • Ukuran yang dicapai biasanya berksar 3-5 cm
  • Jika pakan dan kualitas air mendukung, sintasan pada masa pembesaran dapat mencapai 70-90%.
  • Selanjutnya benih manfish dapat dibesarkan lagi hingga mencapai ukuran calon induk atau induk denagn padat penebaran yang lebih kecil.

Penyakit dan penanggulangannya

Ikan manfish dikenal cukup peka terhadap serangan penyakit, untuk itu diperlukan pengelolaan secara baik denagn menjaga kualitas air dan jumlah pakan yang diberikan. Beberapa jenis parasit yang biasa menyerang benih/induk Manfish antara lain adalah : Trichodina sp.Chilodonella sp.dan Epystylis sp. Sedangkan bakteri yang menginfeksi adalah Aeromonas hydrophilla.
Beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk menanggulangi serangan penyakit parasitek antara lain: Formalin 25%, NaCl 500 ppm. Sedangakan  untuk penyakit bacterial dapat digunakan Oxytetrachycline 5-10 ppm dengan cara perendaman 24 jam.






PEMIJAHAN IKAN GUPPY

By : Fera Angel
http://dedy-restu.blogspot.com/2014/06/pemijahan-ikan-guppy.html

Pemilihan induk

Cara membedakan induk jantan dan induk betina dengan melihat bentuk tubuh dan warnanya. Induk jantan berwarna tajam dan tubuhnya ramping sedangkan induk betina tubuhnya pendek dan gemuk serta warna tubuhnya buram.

Pemijahan


  • Persiapan pemijahan :  Wadah untuk pemijahan berupa bak tembok atau bak plastic berukuran 1 x 1 x 0,5 m, 2 x 1 x 0,5 m atau 4 x 4 x0,5 m dengan tinggi air 25-40 cm dan aerasi lemah. Air yang digunakan untuk pemijahan memiliki pH 6-7 dan suhu 24-28oC. Substrat yang digunakan untuk tempat induk bercumbu dan menempelkan telur berupa hydrilla.
  • Proses pemijahan :  Pemijahan berlangsung secara missal dengan rasio jantan dan betina 1: 2 dengan padat tebar 15 ekor/50 liter air. Pemijahan ditandai dengan guppy jantan yang mengejar-ngejar betina dan selalu “menanduk-nanduk” bagian anus betina serta terkadang menempelkan badannya ke badan betina. Setelah 4-7 hari, biasanya anak-anak ikan guppy berenang d permukaan air. Setelah itu, dapat dipisahkan dari indknya.
  • Perawatan telur, larva dan anak : Untuk menghindari serangan jamur, pada media mepeliharaan telur dilarutkan MGO dan MB. Setiap induk dapat menghasilkan 10-50 ekor, anak ikan tersebut kemudian  dipindahkan ke wadah lain yang telah dipisahkan. Pakan yang diberikan berupa infusoria sampai berumur 5-7 hari. Untuk melindungi anak ikan maka pada wadah pemeliharaan diberikan eceng gondok atau tanamaan air berupa hydrilla.



BACA JUGA



BUDIDAYA IKAN KOMET

By : Fera Angel
BUDIDAYA IKAN KOMET

http://dedy-restu.blogspot.com/2014/01/budidaya-ikan-komet.html
Mengenal Ikan Komet - Memiliki kebiasaan dipanggil ikan komet memiliki ciri fisik yang sangat khas dari ikan lain, mempunyai wujud yang sedikit agak memanjang dan memipih tegak ( compresed ) lantas pembeda dari ikan yang lain. selain itu, letak mulutnya lantas ada di ujung tengah dan dapat disembulkan. segi ujung mulut memiliki dua pakai sungut. di ujung di dalam mulut ada gigi kerongkongan yang tersusun atas tiga baris dan gigi geraham dengan umum.
Hampir seluruh tubuh ikan komet ditutupi oleh sisik bila beberapa varietas yang memiliki beberapa sisik. sisik ikan komet terhitung sisik sikloid dan kecil. sirip punggung memanjang dan dibagian belakangnya berjari keras. letak sirip punggung bersebrangan dengan sirip perut. garis rusuk atau line literalis pada ikan mas komet tergolong lengkap ada di pertengahan tubuh dan melentang dari tutup insang sampai ke ujung belakang pangkal ekor.
Ikan berpostur ramping ini pertama kali dibudidayakan oleh masyarakat cina pada th. 1729. permulaannya bentuk ikan komet ini layaknya ikan maskoki. karena ke-2 jenis ikan mas ini terus satu kerabat, yakni dari keluarga cyprinidae. pada zaman dinasti ming ( th. 1368-1644 ) popularitas ikan komet makin menanjak. saat ini inilah bermunculan bermacam type ikan mas koki dengan tubuh yang unik dan bermacam. setelah itu, penyebaran ikan komet berkembang sampai ke negeri sakura.

1. Persiapan wadah pemijahan
Untuk kegiatan pembenihan ikan komet, wadah yang digunakan yakni akuarium berukuran 60x40x40 cm dengan bentuk persegiu panjang. akuarium yang digunakan pada awalnya dibersihkan pakai sabun lalu dibilas dengan air tawar dan sesudah itu dijemur untuk singkirkan jamur-jamur dan bakteri yang terus menempel.
Layaknya kita ketahui bahwa air yaitu media yang sangat mutlak untuk budidaya ikan. sebab itu perlu disediakan air yang sangat bersih dan steril. air yang digunakan untuk pemijahan ini yakni air yang bberasal dari air sumur yang sudah diendapkan selama 24 jam, karena kemungkinan airnya mempunyai kandungan zat-zat yang beracun yang bisa mengakibatkan dan menggangu budidaya ikan. sebab itu perlu diendapkan. air yang diendapkan diaerasi kuat supaya kandungan oksigen yang ada di dal ;mnya lantas makin. air terserbut dimasukana kedalam akuarium dengan ketinggian 30 cm, lalu aerasi.
Ikan komet terhitung kedalam grup ikan hias air tawar yang tidak memelihara telurnya. lalu telur yang dikeluarkan oleh induk diletakkan pada substrat. sampai di dalam kegaitan pemijahannya perlu disediakan substrat sebagai area menempelnya telur. ada banyak jenis tanaman air yang dapat dipakai sebagai substrat. tanaman air tesebut dibagi kedalam dua grup yaitu tanaman tumbuh mengapung dan tanaman tumbuh didasar. di dalam kegiatan praktik digunakan diantara tanaman air dari dua grup tersebut. tanaman air yang digunakan yaitu tanaman yang tumbuhnya mengapung layaknya enceng gondok ( eichornia crassipes ).
Sebelum akan enceng gondok digunakan terutama dulu disucihamakan. enceng gondok yang bisa digunakan pada awalnya sudah direndam di dalam larutan methylin blue dengan dosis 100 ppm selama 5 – 10 menit. dikarenakan enceng gondok terbebas dari bakteri maupun pathogen. setelah itu, barulah enceng gondok dimasukkan kedalam akuarium.
2. Memastikan induk

Seleksi induk atau memastikan induk yaitu langkah awal yang butuh ditangani pada kegiatan pembenihan untuk ikan komet sendiri sangat mudah ditangani seleksi pada induk yang masak gonad. seleksi induk ikan komet dapat ditangani dengan tengok ciri – ciri sebagai berikut :
Induk jantan
  • Pada sirip dada ada bintik-bintik bulat menonjol dan apabila diraba jadi kasar.
  • Induk yang telah masak apabila diurut pelan kerarah lubang genital bisa keluar cairan berwarna putih
Induk betina
  • Pada sirip dada ada bintik-bintik dan jadi halus apabila diraba.
  • Apabila diurut, keluar cairan kuning bening. pada induk yang telah masak, perut jadi lembek dan lubang genital kemerahan merahan.
Selain itu, induk ikan komet yang siap untuk kerjakan pemijahan dapat ditandai sebab itu ada tingkah laku dari ke-2 induk tersebut. tingkah laku yang diperlihatkan yakni saling kejar – kejaran. dimana, induk jantan terus mengejar atau mendekati induk betina, sebab itu ada tingkah laku layaknya ini maka dapat dimisalkan bahwa induk ikan komet tersebut siap untuk dipijahkan. perbandingan induk yang digunakan di dalam kegiatan praktikum pemijahan ikan komet yakni 1 : 2 ( jantan : betina ). induk yang sudah diseleksi sesudah itu dimasukkan kedalam wadah pemijahan.
3. Pemijahan

Induk yang digunakan di dalam kegiatan ini dengan perbandingan 1 :2 nduk yang digunakan di dalam praktikum yaitu dengan perbandingan 1 : 2 ( ♀ ; ; : ♂ ; ; ). induk jantan satu yang dimaksud ikan koi dengan berat tubuh 93, 28 gr dan induk betina sebanyak dua ekor yang dimaksud ikan komet, induk betina pertama mempunyai berat tubuh 72, 96 gr dan induk betina yang ke-2 mempunyai berat 42, 97 gr. induk ini kemudin dimasukkan di dalam akuarium yang sudah diisi air dan dilengkapi dengan enceng gondok sebagai substrat. pemijahan ikan komet jalan waktu malam hingga waktu awal hari. induk dimasukkan pada sore hari, biasanya besok sudah menempel pada enceng gondok.
4. Penetasan telur

Penetasan telur ditangani pada akurium pemijahan segera. karena ikan komet terhitung kedalam grup ikan hias air tawar yang tidak memelihara telurnya maka, setelah sistem pemijahan selesai dan telur sudah melekat pada substrat induk ikan komet diangkat atau dikeluarkan dari di dalam akuarium. tentang ini ditangani agar induk ikan komet tidak konsumsi telur yang telah dikeluarkan tersebut.
setelah 2 – 3 hari telur bisa menetas, setelah menetas lalu enceng gondok diangkat dari di dalam akuarium. selain itu, perlu ditangani perhitungan bisa larva yang dihasilkan. menurut hasil perhitungan yang ditangani diperoleh larva sebanyak 5999 ekor. larva yang baru menetas belum diberi makan hingga berumur 2 – 3 hari karena terus mempunyai persediaan makanan pada yolk sac-nya ( kuning telur ).
5. Pemeliharaan larva

Larva umur 7 hari hanya sebesar jarum, kondisinya terus lemah, tetapi sudah mulai studi mendapatkan pakan dari luar tubuhnya. sebab itu, perlu disediakan pakan yang memenuhi syarat untuk kurangi risiko kematian benih.
Bak pendederan harus bersih dan sudah dikeringkan dibawah sinar matahari selama 1-2 hari untuk membunuh bibit parasit. sesudah itu tebarkan pupuk kandang berupa kotoran ayam 500 g/m². sesaat air dialirkan, pupuk diaduk-aduk hingga betul-betul larut dan pertahankan ketinggian air di dalam bak sampai 30 cm. dua hari setelah pemupukan, bibit kutu air ditanam dan ditinggalkan selama 5 hari agar tumbuh dan berkembang biak. setelah itu, larva komet dari bak penetasan siap dilepaskan ke di dalam bak pemeliharaan.
Pemberian pakan tambahan diperlukan setelah 15 hari pemeliharaan. memasuki pemeliharaan 15 hari ke-2 harus ada aliran air masuk, terutama setelah pakan tambahan mulai diberikan. genap diusia 1 bln., anak komet mulai tampak bentuk aslinya. badannya bulat, ekor dan kadang-kadang warna dari sebagian anak komet sudah keluar. seleksi awal ditujukan untuk memastikan ikan yang mempunyai ekor persis sama layaknya ekor indukya, lalu bentuk badan dan ukurannya. bisa berjalan, dari hasil seleksi ini diperoleh beberapa grup anak komet tidak sama ukuran serta kualitasnya, terhitung grup anak komet yang butuh disingkirkan.







Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

- Copyright © PEMIJAHAN IKAN SECARA ALAMI DAN BUATAN - Date A Live - Powered by 3D_NET - Designed by Pemijahan Ikan -